PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Perilaku remaja yang bersikap lebih
condong ke arah hedonisme daripada menghasilkan sesuatu yang lebih berguna bagi
diri sendiri. Para remaja yang lebih bersikap konsumtif daripada melihat
peluang yang ada pada keterbukaan. Sikap acuh tak acuh dan kehendak untuk
berimajinasi untuk melihat peluang yang ada. Sikap bekerja pada orang lain
daripada bekerja untuk diri sendiri terlihat pada remaja masa kini.
B.
Rumusan Masalah
Untuk berbelok dari sikap konsumtif,
sikap karyawanisme, hedonisme, dan sikap acuh tak acuh para remaja berpeluang
untuk membuka bisnis. Berikut langkah awal untuk berbisnis :
1. Apa pengertian dari bisnis?
2. Apa sajakah jenis-jenis bisnis itu?
3. Apa tujuan kebijakan bisnis?
4. Apa sajakah kebijakan dari berbisnis?
5. Mengapa perlu untuk belajar bisnis?
PEMBAHASAN
A. Pengertian Bisnis
Menurut William
Spregal, bisnis adalah segala aktivitas yang
berkaitan dengan produksi dan penjualan barang-barang ataupun jasa dapat
diklasifikasikan dalam aktivitas-aktivitas bisnis.
Menurut
Urwick dan hunt, bisnis adalah segala perusahaan yang
membuat, mendistribusikan, ataupun menyediakan segala barang ataupun jasa yang
dibutuhkan oleh anggota masyarakat lainnya serta bersedia dan mampu untuk
membeli atau membayarnya.
Menurut
Prof. Owen, bisnis adalah sebuah perusahaan yang
berhubungan dengan produksi dan distribusi barang-barang untuk dijual ke
pasaran ataupun memberikan harga pada setiap jasanya.
Jadi,
kesimpulan menurut saya pribadi bahwa bisnis adalah segala aktivitas yang
berhubungan dengan produksi sebagai penyediaan dan pendistribusian segala
barang ataupun jasa yang ditawarkan ke pasaran kepada masyarakat untuk membeli
atau membayar.
B. Jenis-jenis
Bisnis
1. Bisnis Rumahan
Bisnis
ini biasanya dikelola oleh satu orang atau satu kelompok yang dalam proses
produksi dan manajemennya hanya dilakukan di rumah dan bukan gedung besar atau
lokasi lainnya.
Contoh
: Pengrajin batik atau Pengrajin keramik.
2. Bisnis Online
Bisnis
ini dikerjakan tanpa pertemuan langsung antara penjual dan pembeli. Kegiatan pemasarannya
hanya dilakukan lewat media online dan tidak diperkenalkan langsung atau secara
kasat mata.
3. Bisnis Waralaba
Bisnis yang adalah
hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan.
C.
Tujuan
Kebijakan Bisnis
Tujuan kebijakan bisnis dibagi
menjadi empat, yaitu :
1.
Melindungi
Usaha Kecil dan Menengah
Kebijakan bisnis dibuat untuk
melindungi usaha kecil dan menengah, karena mayoritas bisnis di negara kita ini
di dominasi oleh usaha-usaha menengah ke atas. Kebijakan ini berguna untuk
mencegah usaha kecil tersingkir dan tidak mempunyai lahan atau wilayah untuk
usaha. Padahal justru usaha kecil ini yang perlu dikembangkan sehingga bisa
menjadi lebih besar dan mempunyai daya saing.
2.
Melindungi Lingkungan Hidup Sekitarnya
Melakukan
bisnis atau usaha di negara kita ini memiliki aturan, dan itu diharuskan.
Aturan tersebut antara lain adalah bertujuan untuk tidak merusak atau memberi
dampak negatif kepada lingkungan hidup sekitar wilayah
tempat usaha tersebut. Tidak dibenarkan jika membuang limbah ke tempat yang di
manfaatkan oleh penduduk sekitar, seperti sungai. Dengan adanya kebijakan ini,
maka para pebisnis juga akan meminimalisasikan dampak negatif yang nantinya
akan berimbas kepada penduduk dan lingkungan hidup sekitarnya.
3. Melindungi
Konsumen
Bisnis
yang baik adalah usaha bisnis yang mementingkan pelayanan kepada konsumen.
Konsumen adalah raja yang perlu dilindungi. Konsumen jangan sampai dirugikan atau
dikecewakan karena mengonsumsi barang atau jasa yang di produksi dari para
pebisnis tersebut. Segala yang diberikan kepada konsumen haruslah yang terbaik
dan pelayanannyapun harus prima. Jika konsumen merasa dilindungi dan
mendapatkan yang terbaik dari para pebisnis tersebut, konsumen tidak
segan-segan untuk bekerja sama kembali.
4. Pendapatan
Pemerintah
Banyaknya
bisnis yang beroperasi di negara kita ini tentunya juga memberikan keuntungan
bagi negara kita juga. Bisnis yang beroperasi memiliki
kewajiban untuk membayar pajak kepada pemerintah. Inilah yang sering kita sebut
dengan Devisa. Semakin banyak untung atau laba yang diperoleh suatu
usaha bisnis, semakin besar pula ia harus membayar pajak negara, demikian juga
sebaliknya. Devisa yang diperoleh tersebut digunakan lagi oleh
pemerintah untuk melakukan pembangunan di tiap-tiap wilayah di negara kita ini.
Namun, sering terjadi penyelewengan terhadap uang yang seharusnya menjadi hak
rakyat ini (korupsi).
ANALISIS
Sekarang,
alasan apa yang membuat kita harus belajar berbisnis? Sebagai seorang remaja
kiranya kita dapat belajar berbisnis. Seperti latar belakang yang telah disebutkan,
kita tidak hanya bersikap konsumtif namun dapat menciptakan peluang.
Sebagaimana kita berbalik arah dari konsumen menjadi seorang produsen. Sebagai
kaum muda, kita dapat memikirkan prospek bisnis yang akan dijalani untuk jangka
waktu yang masih tidak terlalu mepet.
Berbagai keuntungan dari berbisnis juga sangat terlihat. Dimulai dari
keuntungan yang didapat dari berbisnis, menambah pertumbuhan ekonomi dimana
akan berdampak pada kurangnya pengangguran apabila lapangan pekerjaan sebanding
dengan tenaga kerja yang tersedia. Hal tersebut dapat menstabilkan perekonomian
baik tingkat mikro maupun makro.
Untuk
memulai sebuah bisnis, kiranya kita mempelajari dasar-dasar berbisnis. Seperti
yang dijelaskan sebelumnya dalam teori yang sudah dijelaskan. Dimulai dari
definisi dari bisnis itu sendiri, jenis bisnis apakah yang kiranya cocok dengan
keadaan dan kemampuan kita, prospek dari jenis bisnis yang akan kita ambil.
Selain itu, aspek-aspek dari kebijakan bisnis dapat menjadi acuan bagi para
pebisnis agar tetap disiplin dan menjalankan kaedah yang ada.
Akhir
kata, sekiranya sebagai kaum muda harus membuka peluang dan kreativitas selama
waktu berkarir kita masih panjang. Dapat dimulai dari bisnis yang tidak terlalu
besar. Ubah paradigma dari sikap konsumtif menjadi seorang produsen.
REFERENSI
No comments:
Post a Comment