Monday, 5 October 2015

Pengertian Bisnis

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Perilaku remaja yang bersikap lebih condong ke arah hedonisme daripada menghasilkan sesuatu yang lebih berguna bagi diri sendiri. Para remaja yang lebih bersikap konsumtif daripada melihat peluang yang ada pada keterbukaan. Sikap acuh tak acuh dan kehendak untuk berimajinasi untuk melihat peluang yang ada. Sikap bekerja pada orang lain daripada bekerja untuk diri sendiri terlihat pada remaja masa kini.
B.        Rumusan Masalah
Untuk berbelok dari sikap konsumtif, sikap karyawanisme, hedonisme, dan sikap acuh tak acuh para remaja berpeluang untuk membuka bisnis. Berikut langkah awal untuk berbisnis :
1.      Apa pengertian dari bisnis?
2.      Apa sajakah jenis-jenis bisnis itu?
3.      Apa tujuan kebijakan bisnis?
4.      Apa sajakah kebijakan dari berbisnis?
5.      Mengapa perlu untuk belajar bisnis?
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Bisnis
Menurut William Spregal, bisnis adalah segala aktivitas yang berkaitan dengan produksi dan penjualan barang-barang ataupun jasa dapat diklasifikasikan dalam aktivitas-aktivitas bisnis.
Menurut Urwick dan hunt, bisnis adalah segala perusahaan yang membuat, mendistribusikan, ataupun menyediakan segala barang ataupun jasa yang dibutuhkan oleh anggota masyarakat lainnya serta bersedia dan mampu untuk membeli atau membayarnya.
Menurut Prof. Owen, bisnis adalah sebuah perusahaan yang berhubungan dengan produksi dan distribusi barang-barang untuk dijual ke pasaran ataupun memberikan harga pada setiap jasanya.
Jadi, kesimpulan menurut saya pribadi bahwa bisnis adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan produksi sebagai penyediaan dan pendistribusian segala barang ataupun jasa yang ditawarkan ke pasaran kepada masyarakat untuk membeli atau membayar.



B.     Jenis-jenis Bisnis
1.      Bisnis Rumahan
Bisnis ini biasanya dikelola oleh satu orang atau satu kelompok yang dalam proses produksi dan manajemennya hanya dilakukan di rumah dan bukan gedung besar atau lokasi lainnya.
Contoh : Pengrajin batik atau Pengrajin keramik.
2.      Bisnis Online
Bisnis ini dikerjakan tanpa pertemuan langsung antara penjual dan pembeli. Kegiatan pemasarannya hanya dilakukan lewat media online dan tidak diperkenalkan langsung atau secara kasat mata.
3.      Bisnis Waralaba
Bisnis yang adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan.
C.     Tujuan Kebijakan Bisnis
Tujuan kebijakan bisnis dibagi menjadi empat, yaitu :
1.      Melindungi Usaha Kecil dan Menengah
Kebijakan bisnis dibuat untuk melindungi usaha kecil dan menengah, karena mayoritas bisnis di negara kita ini di dominasi oleh usaha-usaha menengah ke atas. Kebijakan ini berguna untuk mencegah usaha kecil tersingkir dan tidak mempunyai lahan atau wilayah untuk usaha. Padahal justru usaha kecil ini yang perlu dikembangkan sehingga bisa menjadi lebih besar dan mempunyai daya saing.
2.      Melindungi Lingkungan Hidup Sekitarnya
Melakukan bisnis atau usaha di negara kita ini memiliki aturan, dan itu diharuskan. Aturan tersebut antara lain adalah bertujuan untuk tidak merusak atau memberi dampak negatif kepada lingkungan hidup sekitar wilayah tempat usaha tersebut. Tidak dibenarkan jika membuang limbah ke tempat yang di manfaatkan oleh penduduk sekitar, seperti sungai. Dengan adanya kebijakan ini, maka para pebisnis juga akan meminimalisasikan dampak negatif yang nantinya akan berimbas kepada penduduk dan lingkungan hidup sekitarnya.
3.      Melindungi Konsumen
Bisnis yang baik adalah usaha bisnis yang mementingkan pelayanan kepada konsumen. Konsumen adalah raja yang perlu dilindungi. Konsumen jangan sampai dirugikan atau dikecewakan karena mengonsumsi barang atau jasa yang di produksi dari para pebisnis tersebut. Segala yang diberikan kepada konsumen haruslah yang terbaik dan pelayanannyapun harus prima. Jika konsumen merasa dilindungi dan mendapatkan yang terbaik dari para pebisnis tersebut, konsumen tidak segan-segan untuk bekerja sama kembali.
4.      Pendapatan Pemerintah
Banyaknya bisnis yang beroperasi di negara kita ini tentunya juga memberikan keuntungan bagi negara kita juga. Bisnis yang beroperasi memiliki kewajiban untuk membayar pajak kepada pemerintah. Inilah yang sering kita sebut dengan Devisa. Semakin banyak untung atau laba yang diperoleh suatu usaha bisnis, semakin besar pula ia harus membayar pajak negara, demikian juga sebaliknya. Devisa yang diperoleh tersebut digunakan lagi oleh pemerintah untuk melakukan pembangunan di tiap-tiap wilayah di negara kita ini. Namun, sering terjadi penyelewengan terhadap uang yang seharusnya menjadi hak rakyat ini (korupsi).
ANALISIS
Sekarang, alasan apa yang membuat kita harus belajar berbisnis? Sebagai seorang remaja kiranya kita dapat belajar berbisnis. Seperti latar belakang yang telah disebutkan, kita tidak hanya bersikap konsumtif namun dapat menciptakan peluang. Sebagaimana kita berbalik arah dari konsumen menjadi seorang produsen. Sebagai kaum muda, kita dapat memikirkan prospek bisnis yang akan dijalani untuk jangka waktu yang masih tidak terlalu mepet. Berbagai keuntungan dari berbisnis juga sangat terlihat. Dimulai dari keuntungan yang didapat dari berbisnis, menambah pertumbuhan ekonomi dimana akan berdampak pada kurangnya pengangguran apabila lapangan pekerjaan sebanding dengan tenaga kerja yang tersedia. Hal tersebut dapat menstabilkan perekonomian baik tingkat mikro maupun makro.
Untuk memulai sebuah bisnis, kiranya kita mempelajari dasar-dasar berbisnis. Seperti yang dijelaskan sebelumnya dalam teori yang sudah dijelaskan. Dimulai dari definisi dari bisnis itu sendiri, jenis bisnis apakah yang kiranya cocok dengan keadaan dan kemampuan kita, prospek dari jenis bisnis yang akan kita ambil. Selain itu, aspek-aspek dari kebijakan bisnis dapat menjadi acuan bagi para pebisnis agar tetap disiplin dan menjalankan kaedah yang ada.
Akhir kata, sekiranya sebagai kaum muda harus membuka peluang dan kreativitas selama waktu berkarir kita masih panjang. Dapat dimulai dari bisnis yang tidak terlalu besar. Ubah paradigma dari sikap konsumtif menjadi seorang produsen.
REFERENSI




No comments:

Post a Comment